Senin, 08 Agustus 2016

peran bidan sebagai edukator,motivator,fasilisator dan advokator

PERAN BIDAN PADA KASUS POST OPERASI DENGAN INDIKASI DISTOSIA BAHU
1. Peran bidan sebagai edukator
Sebagai pendidik bidan memiliki 2 tugas yaitu sebagai pendidik dan penyuluh kesehatan bagi klien serta pelatih dan pembimbing kader.
a.Memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada klien.
Bidan memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada klien (individu, keluarga, kelompok, serta maryarakat) tentang penanggulangan masalah kesehatan, khususnya yang berhubungarn dengan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana, mencakup:
1. Mengkaji kebutuhan pendidikan dan penyuluhan kesehatan, khususnya dalam bidang     kesehatan ibu dan anak setelah operasi
2. Menyusun rencana penyuluhan kesehatan sesuai dengan kebutuhan yang telah dikaji, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang bersama klien.
3. Menyiapkan alat serta materi pendidikan dan penyuluhan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
4. Melaksanakan program/rencana pendidikan dan penyuluhan kesehatan sesuai dengan rencana jangka pendek serta jangka panjang dengan melibatkan unsur-unsur terkait, termasuk klien.
5. Mengevaluasi hasil pendidikan/penyuluhan kesehatan bersama klien dan menggunakannya untuk memperbaiki serta meningkatkan program di masa yang akan datang.
6. Mendokumentasikan semua kegiatan dan hasil pendidikan/ penyuluhan kesehatan secara lengkap serta sistematis.
b. Melatih dan membimbing keluarga
Bidan melatih dan membimbing klien dan keluarga atau suami,yang mencakup:
1) Melati ibu dalam melakukan mobilisasi dini dalam proses penyembuhan dan bimbingan bagi keluarga atau suami untuk membantu klien dalam proses penyembuhan dan membantu klien merawat bayinya.
2) Menyusun rencana pelatihan dan bimbingan sesuai dengan hasil pengkajian.
3) Menyiapkan alat bantu mengajar dan bahan untuk keperluan pelatihan dan bimbingan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
4) Melaksanakan pelatihan untuk klien dan keluarga sesuai dengan rencana yang telah disusun dengan melibatkan unsur-unsur terkait.
5) Membimbing klien dan keluarga bagaimana cara proses penyembuhan operasi dengan baik.
6) Menilai hasil pelatihan dan bimbingan yang telah diberikan.
7) Menggunakan hasil evaluasi untuk meningkatkan program bimbingan.
8) Mendokumentasikan semua kegiatan termasuk hasil evaluasi pelatihan serta bimbingan secara sistematis dan lengkap.
2.peran biadan sebagai motivator
1.Tugas mandiri bidan pada kasus ini
a.) Menetapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang diberikan kepada klien post operasi dengan indiksi distosi bahu, mencakup:
  - Mengkaji status kesehatan untuk memenuhi kebutuhan asuhan klien.
  - Menentukan diagnosis (apakah ada masalah pada klien post operasi).
  - Menyusun rencana tindakan sesuai dengan masalah yang dihadapi.
  - Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
  - Mengevaluasi tindakan yang telah diberikan.
  - Membuat rencana tindak lanjut kegiatan/tindakan.
  -Membuat pencatatan dan pelaporan kegiatan/tindakan.
b.) Memberi asuhan kebidanan pada klien dalam masa nifas dengan melibatkan klien/keluarga, mencakup:
  - Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas.
  - Menentukan diagnosis dan kebutuhan asuhan kebidanan pada masa nifas.
  - Menyusun rencana asuhan kebidanan berdasarkan prioritas masalah.
  - Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana.
  - Mengevaluasi bersama klien asuhan kebidanan yang telah diberikan.
  - Membuat rencana tindak lanjut asuhan kebidanan bersama klien.
2.  Tugas Kolaborasi
Tugas-tugas kolaborasi (kerja sama) bidan, yaitu:
- Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga. mencakup:
 - Mengkaji masalah yang berkaitan dengan komplikasi dan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi pada kasus tersebut.
-  Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
 - Merencanakan tindakan sesuai dengan prioriras kegawatdaruratan dan hasil kolaborasi serta berkerjasama dengan klien.
  - Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana dan dengan melibatkan klien.
  -Mengevaluasi hasil tindakan yang telah diberikan.
  - Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien.
 -  Membuat pencatatan dan pelaporan.
2.) Memberi asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan risiko tinggi serta pertolongan pertama dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi bersama klien dan keluarga, mencakup:
 a.Mengkaji kebutuhan asuhan pada ibu dalam masa nifas dengan risiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
b.Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas sesuai dengan faktor risiko serta keadaan kegawatdaruratan.
c.Menyusun rencana asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan risiko tinggi dan pertolongan pertarma sesuai dengan prioritas.
d.Melaksanakan asuhan kebidanan dengan risiko tinggi dan memberi pertolongan pertama sesuai dengan rencana.
 e.Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama.
 f.Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien dalam masa nifas post operasi
 g.Membuat pencatatan dan pelaporan.
 3.  Peran Bidan Sebagai Fasilitator
Peran bidan sebagai fasilitator adalah bidan memberikan bimbingan teknis dan memberdayakan pihak yang sedang didampingi untuk proses penyambuahan ke arah pencapaian tujuan yang diinginkan.
Peran Fasilitator
Fasilitator selaku ketua daalam pelaksanaan memiliki peran sebagai berikut:
a. Mendorong klien untuk mampu mengungkapkan pendapatnya dan berdialog dengan sesama keluarga dan bidan terhadap kesehatannya.
b.Melakukan koordinasi pelaksanaan Desa Siap Antar Jaga secara berkesinambungan.
Fasilitator setiap bulan melakukan pertemuan dengan kader dan tokoh masyarakat lainnya.
c.Menjadi penghubung antara klien dengan keluarga agar selalu semangat dalam proses peyembuhannya.
d.Memberikan dukungan kepada klien agar selalu semangat dalam proses penyambuhan luka operasi SC yang di alaminya.
e.Meberikan pelayanan perawatan luka kepada klien dengan baik.
4.peran  bidan sebagai edukator
a. Bidan membarikan   informasi mudah dipahami oleh klien.
b.memberikan waktu kepada klien untuk bertanya.
c.bidan peka terhadap tanda-tanda nonverbal dari pasien (contoh: raut wajah yang d.Menggambarkan bahwa klien masih kurang paham dengan penjelasan yang diberikan oleh bidan atau gerakan-gerakan [ bahasa tubuh] klien yang menyatakan agar bidan tidak terburu-buru dalam memberikan penjelasan dan bahasa tubuh yang lainnya yang di uangkapkan oleh klien).
e.Memberikan asuhan kebidanan kepada klien daplam masa nifas.
-   Mengajarkan kepada ibu tentang cara mobilisasi post operasi.
-   Mengajarkan kepada ibu tentang tanda-tanda infeksi luka.
-    Mengajarkan kepada ibu cara perawatan bayi dan menyendawakan bayi.
-    Mengajarkan kepada ibu dan keluarga cara perawatan luka.
-    Mengajarkan kepada ibu dan keluarga cara perawatan tali pusat dan memandikan bayi.
 -    Mengajarkan kepada ibu tentang personal higene.
-     Mengajarkan kepada ibu dan keluarga tentang tanda-tanda bahaya dan penyakit pada masa nifas.
-    Mengajarkan kepada ibu tentang KB pascasalin.



3 komentar: