Minggu, 07 Agustus 2016

resume post operasi dengan indikasi distosia bahu

Laporan pendahuluan sectio caesarea dengan indikasi distosia bahu

   1.Pengertian Distosia Bahu
Distosia bahu adalah peristiwa dimana tersangkutnya bahu janin dan tidak dapat dilahirkan setelah kepala janin dilahirkan.
Distosia bahu adalah kelahiran kepala janin dengan bahu anterior macet diatas sacralpromontory karena itu tidak bisa lewat masuk ke dalam panggul.
Distosia bahu adalah kegawatan obstetri di mana satu atau kedua bahu bayi terjebak di atas pinggir panggul.Distosia bahu adalah peristiwa dimana tersangkutnya bahu janin dan tidak dapat dilahirkan setelah kepala janin dilahirkan.
2.etiologi
1.      Janin besar
2.      Diabetes maternal
3.      Kehamilan lewat waktu
4.      Riwayat obstetri bayi besar
5.      Obesitas maternal
6.      Disproporsi sefalopelvi
7.      Kala II memanjang

3.Penilaian Klinik
a.       Kepala janin telah lahir namun masih erat berada di vulva
b.      Kepala bayi tidak melakukan putaran paksi luar
c.       Dagu tertarik dan menekan perineum
d.      Tanda kepala kura-kura yaitu penarikan kembali kepala terhadap perineum sehingga tampak masuk kembali ke dalam vagina.
e.       Penarikan kepala tidak berhasil melahirkan bahu yang terperangkap di belakang symphisis.
4.komplikasi
Pada Janin akan mengakibatkan gangguan pada fungsi jantung dan aliran darah ke intracranial sehingga daat mengakibatkan kematian pada saat intrapartum atau masa neonatal


•Komplikasi lain pada janin mengakibatkan paralisis plexus brachials dan fraktur clavikula.
•Sedangkan pada ibu, akan mengakibatkan robekan pada vagina yang luas.
3. Syarat-Syarat Dapat dilakukan Tindakan Untuk Menangani Distosia Bahu
a.       Kondisi vital ibu cukup memadai sehingga dapat bekerja sama untuk menyelesaikan persalinan
b.      Masih mampu untuk mengejan
c.       Jalan lahir dan pintu bawah panggul memadai akomodasi tubuh bayi
d.      Bayi masih hidup atau diharapkan dapat bertahan hidup
e.       Bukan monstrum atau kelainan conginetal yang menghalangi keluarnya bayi. 
4. Patofisiologi
Setelah kelahiran kepala, akan terjadi putaran paksi luar yang menyebabkan kepala berada pada sumbu normal dengan tulang belakang bahu pada umumnya akan berada pada sumbu miring (oblique) di bawah ramus pubis. Dorongan pada saat ibu meneran akan meyebabkan bahu depan (anterior) berada di bawah pubis, bila bahu gagal untuk mengadakan putaran menyesuaikan dengan sumbu miring dan tetap berada pada posisi anteroposterior, pada bayi yang besar akan terjadi benturan bahu depan terhadap simfisis sehingga bahu tidak bisa lahir mengikuti kepala.
  6. Prognosis                
Pada anak angka morbiditas dan mortalitas cukup tinggi dapat terjadi fraktura humerus, klavikula dan juga kematian janin, Hypoxia/Asfiksia dan kelumpuhan plexus brakhialis.
Pada ibu penyulit yang sering menyertai adalah perdarahan pasca persalinan sebagai akibat atonia uteri walaupun dapat juga sebagai akibat robekan vagina dan serviks, penyulit-penyulit ini lebih banyak sebagai akibat makrosomianya dan bukan sebagai akibat distosia bahu, dapat juga terjadi kematian ibu.





  6. Penatalaksanaan
Kejadian distosia bahu sulit diramalkan sebelumnya, bila diduga akan terjadi distosisa bahu dan diputuskan untuk melahirkan anak pervaginam, perlu dilakukan persiapan-persiapan sebagai berikut.
1.      Dokter penolong harus sudah berpengalaman dalam mengelola distosia bahu
2.      Penolong harus didampingi seorang ahli anestesi.
3.      Dokter anak harus hadir dan siap untuk mengatasi dampak buruk yang mungkin terjadi pada anak akibat adanya distosia.
Hindari 4P
v  Panik
v  Pulling : menarik kepala bayi
v  Pusshing : dorongan fundus
v  Pivoting : angulasi kepala
1. Mengubah ukuran dan posisi (ibu) panggul
Anda dapat meminta atau membantu ibu untuk mengubah pinggulnya dengan:
a.       Mengangkat kaki dapat disertai dengan menggoyang ke belakang dan ke depan dari pelvis.
b.      McRoberts adalah mudah jika ibu sudah berbaring. caranya adalah:
·      Dengan posisi ibu berbaring, minta ibu untuk menarik kedua lututnya sejauh mungkin ke arah dadanya, minta dua asisten (boleh suami atau anggota keluarganya) untuk membantu ibu.
·      Tekan kepala bayi secara mantap dan terus-menerus ke arah bawah (kearah anus ibu) untuk menggerakkan bahu anterior di bawah symphisis pubis. Hindari tekanan yang berlebihan pada bagian kepala bayi karena mungkin akan melukainya.





·      Secara bersamaan minta salah satu asisten untuk memberikan sedikit tekanan supra pubis ke arah bawah dengan lembut. Jangan lakukan dorongan pada pubis, karena akan mempengaruhi bahu lebih jauh dan bisa menyebabkan ruptur uteri
·      Gaskin Manuver. Ini dengan melakukan perubahan posisi yaitu saat ibu dalam posisi berbaring, si ibu langsung diminta untuk berputar dan mengubah menjadi posisi merangkak
2. Mengubah ukuran dan posisi (bayi) bahu
Beberapa maneuver yang dilakukan untuk memperkecil diameter bahu bayi antara lain dengan:
a. Manuver Rubin (1964)
· Pertama dengan menggoyang-goyang kedua bahu janin dari satu sisi ke sisi lain dengan memberikan tekanan pada abdomen.
· Bila tidak berhasil, tangan yang berada di panggul meraih bahu yang paling mudah di akses, kemudian mendorongnya ke permukaan anterior bahu
Jika cara tersebut diatas telah dicoba berulang kali namun tidak berhasil, ada cara lain yang diusulkan yaitu :
a.Patahkan tulang klavikula atau humerus
b.Symphysiotomy
c.Zavenelli maneuver sesarea
Dalam manajemen penatalaksanaan ditosia bahu juga harus memperhatikan kondisi ibu dan janin. Syarat-syarat agar dapat dilakukan tindakan untuk menangani distosia bahu adalah :
1)  Kondisi vital ibu cukup memadai sehingga dapat bekerjasama untuk menyelesaikan persalinan
2) Masih mampu untuk mengejan
3) Jalan lahir dan pintu bawah panggul memadai untuk akomodasi tubuh bayi
4) Bayi masih hidup atau diharapkan dapat bertahan hidup
5) Bukan monstrum atau kelainan congenital yang menghalangi keluarnya bayi.

Resume pengkajian
Post operasi distosia bahu
1.Identitas klien dan suami
Nama klien          :Ny.”x” /Tn.”x”
Umur klien          :25 thn /27 thn
Alamat                 :jln.xxxxx
Agama                 :islam /islam
Suku                    :bugis /makassar
Pendidikan          :D3 /S1
Pekerjaan            :Honorer /PNS
Diagnose medic :post operasi distosia bahu
Tgl masuk           :28 juli 2016
Tgl pengkajian:28 juli 2016
2.Keluhan utama:
   Nyeri pada luka SC
3.Riwayat penyakit dahulu:
Klien mengatan tidak mempunyai penyakit jantung,hipertensi dan diabetes militus
4.Riwayat persalinan dan kelahiran saat ini:
   Klien di operasi SC dengan indikasi distoeia bahu pada anak kedua




5.Data bayi saat ini:
Bayi di lahirkan tanggal 28 juli 2016 dengan keadaan hidup,tidak ada cacat bawaan,jenis kelamin laki-laki,BBL 4,3kg,PBL 56cm,bayi mau menyusui dan reflex hisap bagus
6.Riwayat obstetric:
    Operasi saat ini merupakan pengalaman pertama bagi klien
7.Riwayat kesehatan:
-  Penampilan umum  : baik,
- Kesadaran                 : composmentis
- BB sekarang              :58kg
- TB                               :165cm
- TTV                             :TD:120/80mmHg,N:84x/menit,S:37 ,P:24X/menit
- Kepala                        :bentuk normal,kebersihan baik,rambut -hitam,lurus,panjang.
- Leher                          :Tidak ada pembesaran lelenjer tiroid,tidak ada pembengkakan     kelenjar limfe dan tidak ada pelebaran vena junggularis.
- Mata                            :konjungtiva tidak anemis,skelara putih
- Telinga                        :bentuk normal,pendengaran baik
- Toraks                        :tidak di temui bunyi nafas tambahan
     - Abdomen                   :adanya linea nigra,adanya striae albicans dan adanya bekas operasi sekarang dan bising usus (+).
- Ekstremitas               :tidak ada oedema
      - Genetalian                :tidak ada oedema,tidak ada varises dan tidak ada tanda cedwek


8.Kesehatan reproduksi:
- P2 A0
- Pemeriksaan dan masalah payudara: (-)
- Pemeriksaan dan keluhan genetalia : (-)
- Mentruasi :siklus haid 28 hari,lama 3-7 hari
- Pembedahan ginekologi                   : (-)
- Pengaruh pembedahan pada hubungan seksual: (-)
- Pemeriksaan papsmear terakhir     : (-)
- Keputihan yang berlebihan  : (-)
9.Riwayat KB:
    ibu mengatakan belum pernah menggunakan KB
10.Kesehatan lingkungan:
     Bersih,rapi,terjaga.
11.Pemeriksaan penunjang:
Hari/tgl/jam
Jenis pemeriksaan
hasil
interpretasi
Minggu,24-07-2016
laboratorium
Hb:12,5gr/dl
Normal


RBC:4,74 juta
Normal


WBC:8,5 ribu
normal


PLT:245,000
normal





Analisa data
No
Data
Masalah
Etiologi
1
Ds :
Ibu mengatakan “nyeri pada luka operasi terutama jika bergerak.
Skala nyeri 4-5 (nyeri sedang)

Do:
klien tampak hati-hati untuk bergerak
klien mengepresikan rasa nyeri jika bergerak
klien mengungkapkan rasa ketidak nyamanannya/nyeri
Nyeri akut
Agen injuri fisik
(luka insisi operasi)











2
Ds:
Klien mengatakan makan makanan yang bergizi seperti sayuran,buah-buahan dan daging.
Klien mengatakan belum mendapatkan penyuluhan perawatan post operasi.

Do:
Klien mengungkapkan secara verbal tentang informasi yang tepat untuk perawatan nifas dan perawatan bayi.
Klien tertarik dengan informasi yang di berikan bidan
Kurang pengetahuan tentang perawatan operasi
Kurangnya informasi




4 komentar: